Rabu, 24 September 2014

Cerita untuk Shania junianatha jkt48 Lulus dengan mencinta


Di sebuah smp negeri di kota solo ada murid kelas tiga yang sangat cantik dan pintar dalam pelajaran yang bernama Shania juniantaha disana dia sekelas dengan raka, ari, rizky, ayana, irfan, jeje, dan bomanta mereka sama sama mau ujian nasional dan mereka teman dekat dari taman kanak kanak jadi mereka sudah saling mengenal satu sama lain di samping itu orangtua mereka bersahabat dan rumah mereka saling berseblahan jadi mereka saling mengerti mereka pun selalu meraih rangking teratas di sekolahnya, “eh shan ini caranya gimana sih”Tanya ari “ini caranya di cari dulu x nya bru di bagi 8 dan hsilnya di kurangi 40 derajat”jawab Shania “trimaksih shan”balas ari “EHHH!!!!!”kata ari kaget ternyata di sela sela pelajaran pak iman yang terkenal killer , rizky dan ayana pun memadu kasih “ay  kamu cantik deh hari ini”kata rizky sambil mencium tangan ayana “ckckckck elo berdua isinya Cuma pacarannnn aja”ejek ari “biarin wekkkkk”kata rizky sambil menjulurkan lidahnya “kalian kok malah pada gojekan sih siapa yang nyuruh kalian gojekan”kata pak iman sambil marah “ng..ng..ng..nggak ada yang nyuruh pak kata rizky sambil gugup “ayo ngerjain atau bapak hukum nih”kata pak iman “ba..ba..baik pak”kata mereka serentak lalu pak iman pun kembali ke meja guru “HUH… kembali aja sana”ejek raka kemudian pak iman pun melirik rizky dan kawan kawan lalu raka pun seketika berpura pura mengerjakan tugas dari pak iman kerjakan
**********************satu jam kemudian********************* “haduh si guru kiler tadi ngeri banget”kata ayana imut “iya nyebelin ya nyah ya”sahut jeje “ahh nyebelin tuh guru kelakuanya beuhhhh kayak setan tau nggak”sindir rizky “ahh udah udah nanti kalo ketauan bisa kena masalah kita”lerai bomanta “yuk ke kelas aja dari pada kita ngobrol nggak jelas disini sambil nunggu guru juga kan”kata irfan “yuk”jawab mereka serentak lalu mereka masuk ke kelas dan menunggu guru untuk memulai pelajaran ketika mereka baru duduk di kelas kemudian guru pun datang dan langsung mengajar mereka semua
**********************pulang sekolah************************ “heh kalian ada acara nggak nanti sampek selesai un”kata raka memulai pembicaraan “nggak emangnya ada apa”Tanya mereka serentak “gue mau ngadain acara liburan nginep di villa tawang mangu”jawab raka “wah seru tuh ya gue ikut”sahut mereka serentak “ok ok siip makin rame makin bagus”balas raka “ok gue pulang dulu ya”ujar Shania kemudian diikuti irfan dan yang lain semakin hari mereka pun semakin dekat dengan ujian nasional dan tibalah mereka untuk ujian perpindahan semester ke semester 2 tidak terasa mereka tinggal 6 bulan menuju un dan mereka pun hamper tidak mempunyai waktu bersama mereka pun selalu belajaar dan belajar mereka hanya bertemu kalo di sekolah saja selain itu pekerjaan mereka hanya belajar dan belajar karena itu mereka pun mendapat nilai terbaik pada waktu ujian akhir semester hari berganti hari bulan berganti bulan tak terasa mereka pun tinggal menghitung hari untuk menghadapi un dan mereka pun belajar hamper 24jam setelah menunggu mereka pun un “heh shan udah nggak terasa ya kita udah mau lulus”kata ari “iya yah udah nggak terasa yah”sahut Shania “yuk ke kelas sebentar lagi un dimulai lho”kata Shania lagi sambil memegang pundak ari  “yuk”balas ari kemudian mereka pun mengerjakan un sekitar 2 jam kemudian keluarlah mereka dengan perasaan lega karena habis un pertama
%%%%%%%%%%%%%%%pulang sekolah%%%%%%%%%%%%%%%%% “eh besok sesudah un bisa nggak kalian”Tanya seven “bisa dong”jawab mereka serentak “ok kita berangkat jam 3 yah besok”kata seven sambil meletakkan barang barang di tasnya “ok”sahut yang lain  lalu mereka pulang dan begitu terus sampe akhir un
%%%%%%%%%%%%%%%%hari un terakhir%%%%%%%%%%%%%%%% “wah akhirnya un hamper habis”ujar rizky “heem bentar lagi kita ke villanya raka yang”balas ayana “iya disana kita kan bisa bermesraan iya nggak yang”kata rizky lagi “iya yang tapi sekarang kita fokus lagi ke un ya yang”ucap ayana lagi “cieeee ada yang pacaran nih yeeee”ejek ari “ah elo sana sana ngganggu aja orang lagi seneng”gemerutu rizky *KKKKKKKKKKRRRRRRRRRRRIIIIIIIIINNNNNNGGGGGGGGGG*bel tanda masuk kelas pun bebunyi kemudian mereka pun masuk kelas untuk mengikuti ujian sudah bebunyi mereka pun masuk ke kelas untuk mengerjakan ujian nasional lalu setelah un mereka pun pulang untuk packing barang barang dan akhirnya mereka pun berangkat menuju ke villa milik raka mereka sangat gembira karena sudah diajak ke villanya raka di sana mereka melepas penat dengan menikmati pemandangan di villa yang megahnya bukan maen “wah bagus banget”kata nyash “bener nyash bgus nya rasanya betah deh disini”sahut jeje“yuk masuk den”kata penjaga memecah suasana kemudian mereka pun masuk ke kamar mereka tak terasa malam pun tiba mereka pun menuju ke meja makan. “hmmm enak nih makananya”kata irfan nyeplos “udah jangan cerewet makan aja”perintah raka akhirnya mereka makan dengan tenang kemudian mereka pun merencanakan untuk menyalakan kembang api pada pukul 22.00 lalu pada saat menyalakan kembang api rizky, dan ayana pun menyendiri di tengah tengah sulutan kembang api r rizky,dan ayana pun bermesraan di taman belakang villa “ay kelihatanya ari mulai sirik deh sama kita”kata rizky “sirik gimana?”Tanya ayana “ya sirik karena kita udah pacaran sedangkan dia belum “oh hmmmmm”respect ayana “gimana ya yang kalo kita coba mendekatkan Shania sama ari”kata rizky lagi “yuk”jawab ayana. tapi rencana mereka pun tertunda sampai mereka pulang dari villa milik raka dan sialnya Shania pun pindah ke luar negri di karenakan orangtuanya memiliki sangkutan terhadap bank akan tetapi mereka belum tahu jika Shania telah pindah ke luar negri “loh kok rumah Shania di sita sih”Tanya ari “mana”Tanya nyah “tuh ada tulisanya”kata ari sambil menunjuk tulisan di pagar rumah Shania “wah iya nih pindah kemana ya?”Tanya nyah “ya udah nanti aku telpon deh”kata ari
%%%%%%%%%%%%%%satu tahun kemudian%%%%%%%%%%%%%%% *SUARA HANDPHONE* “hallo”kata seseorang di telepon “hallo ini siapa ya”kata ari “masih ingat aku nggak”Tanya yang menelpon lagi “nggak siapa ya?”Tanya ari lagi “aku Shania dulu teman smp kamu”kata yang menelpon lagi ternyata yang menelpon adalah Shania “oh Shania iya ada apa kok tumben telepon”Tanya ari lagi “ih kamu nggak suka ya aku telepon”kata Shania “eh suka kok suka”kata ari “eh kamu sekarang dimana”Tanya Shania “ak ada di taman balekambang”kata ari “oh ak juga disana”kata Shania mendekat kepada ari dari belakang “oh mana?”kata ari “liat deh di belakang”kata Shania “mana…….”kata ari terperanga karena Shania tampil sangat cantik “hen halo”kata Shania “eh Shania kok kamu sudah disini lagi”kata ari “kenapa nggak suka?”Tanya Shania “suka kok suka”balas ari “sebenernya shan aku itu suka sama kamu dari dulu tapi ak nggak bisa ngomong karena aku takut kamu malah benci sama aku”timpal ari “sebenernya ak juga suka tapi masak aku yang ngungkapin perasaanku duluan jadi aku nunggu kamu”kata Shania “hmmm gimana kalo sekarang kita pacaran mau nggak”Tanya ari “mau”jawab Shania bersemangat “eh shan kamu di sma mana sekarang”tanya ari “aku di sma deket sini sebagai siswa pindahan kok ri”jawab Shania “yuk kita jalan jalan”ajak ari “yuk”kata Shania akhirnya mereka pun berpacaran dan berjalan jalan di sekitar solo
%%%%%%%%%%%%%%%%%%SELESAI%%%%%%%%%%%%%%%%%%
TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA PENDEK INI dan CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA JIKA ADA KESAMAAN NAMA/KEJADIAN MOHON DIIKHLASKAN

Detektif Ve

Detektif Ve

“Niiit… niiit…” suara handphone berdering.
“Halo… iya baik aku akan segera kesana.” Ucap seorang wanita.

Wanita itu bergegas menuju mobilnya menuju suatu tempat. Wanita itu melesatkan mobilnya di tengah malam yang dingin dengan di iringi rintik air hujan. Wanita itu adalah seorang detektif, Ve namanya, seorang wanita yang cantik, manis dan juga cerdas.

Tak butuh waktu lama, Ve pun tiba di suatu halte yang letaknya hanya 3 blok dari sebuah bank. Disana terlihat kerumunan masyarakat menyaksikan petugas kepolisian yang sedang mengidentifikasi sesosok mayat pria dewasa.

“Ve, cepat kau lihat ini.” Seorang inspektur kepolisian mengahmpiri Ve yang menyalip di tengah kerumunan masyarakat. Ve menghampiri mayat pria itu dan membuka kain penutup wajah di mayat.
“Dia kan?” Ucap Ve terkejut.
“Aku menemukan ini di dekat korban.” Ucap inspektur sambil menunjukkan sebuah tas berisi uang, sebuah pistol dan sebuah kalung berbentuk setengah hati.

Dari kejauhan datang seorang petugas kepolisian dengan napas terengah-engah.

“Lapor inspektur, telah terjadi pencurian di bank yang letaknya tidak jauh dari tempat ini.” Lapor petugas itu.
“Baiklah aku dan detektif Ve akan segera kesana. Sekarang bawa korban ke rumah sakit untuk di visum. Dan bawa barang bukti yang telah di temukan ke markas.” Ucap inspektur.

Ve dan inspektur bergegas menuju bank.

“Bagaimana kejadiannya?” Tanya inspektur kepada security bank yang terlihat masih shock.
“Tadi ketika aku sedang berjaga, aku di pukul seseorang dari belakang dan aku pun tak sadarkan diri. Ketika aku sadar, aku sudah berada di dalam gudang dengan tangan terikat di belakang. Langsung saja aku berteriak minta tolong. Dan untung saja orang itu mendobrak pintu gudang dan menolongku.” Ucap security bank menjelaskan.
“Kau yang menolongnya?” Tanya inspektur kepada seorang pria.
“Iya, saat itu aku melihat pintu belakang bank terbuka dan terdengar suara minta tolong. Langsung saja aku menuju suara itu yang ternyata berasal dari gudang.” Ucap pria itu menjelaskan.

Tiba-tiba Ve datang dari dalam bank menuju gudang, tempat inspektur berada saat ini.

“Inspektur aku menemukan ini.” Ucap Ve menunjukkan sebuah balok yang dia temukan di dalam bank.
“Steve?” Ucap Ve terkejut.
“Ve?” Ucap pria yang tadi menolong security.

*

Pagi itu Ve sedang menikmati sarapan bersama adik satu-satunya yang bernama Jessica. Ve hanya tinggal berdua dengan adiknya.

“Semalem kamu kemana Jes?” Tanya Ve.
“Hmm… semalem aku... semalem aku… aku ke supermarket, aku berangkat dulu ya kak.” Ucap Jessica dengan gugup.
“Iya hati-hati.” Ucap Ve.

Ve heran dengan sikap Jessica pagi ini. Tidak seperti biasanya, Jessica yang periang dan banyak bicara, pagi ini sedikit berubah menjadi pendiam dan gugup dalam berbicara. Ya mungkin dia sedang ada masalah di sekolahnya atau mungkin punya masalah dengan teman-temannya.

*

Siang itu Ve melangkahkan kakinya di lorong markas kepolisian yang terlihat sibuk. Langkah Ve terhenti di sebuah ruangan bertuliskan “Ruang Investigasi”.

“Inspektur.” Sapa Ve.
“Oh Ve, ayo cepat kesini.” Balas inspektur.

Ve berjalan menuju sebuah meja yang berada di tengah ruangan. Dimeja itu terlihat barang bukti yang kemarin ditemukan ditempat kejadian.

“Lihat ini Ve.” Ucap inspektur sambil menunjukkan selembar kertas berisi biodata mayat yang di temukan di halte kemarin.
“Ya, aku juga sudah tau. Dia adalah buronan pembunuhan waktu itu.” Ucap Ve sambil teringat kejadian pembunuhan adik Steve, pacar Ve.
“Aku telah menemukan sidik jari pada balok yang diduga dipakai untuk memukul security bank itu. Dan ternyata itu adalah sidik jari mayat pria yang berada di halte itu. Bisa dipastikan mayat itulah yang mencuri di bank itu, hal ini karena diperkuat dengan tas berisi uang yang ditemukan di samping mayat itu dan jumlah uangnya sama dengan uang yang hilang di bank.” Ucap inspektur menjelaskan.
“Lalu bagaimana dengan pistol itu? Siapa yang menggunakannya?” Tanya Ve.
“Itulah yang membuat ku heran. Sidik jari pada pistol itu juga sidik jari milik mayat itu. Dan kau juga tau ada luka tembak di kepala si mayat.” Ucap inspektur sambil mengerutkan wajahnya.
“Jadi maksudmu, mayat itu bunuh diri setelah dia mencuri di bank?” Tanya Ve heran.
“Ya mungkin saja.”

Tiba-tiba datang seorang petugas kepolisian membawa sebuah berkas.

“Lapor inspektur. Ini berkas hasil visum mayat yang ditemukan di halte kemarin.” Ucap petugas itu sambil memberikan berkas yang dia bawa.

Inspektur dan Ve membaca berkas itu dengan wajah serius.

“Sepertinya ada keganjilan pada kasus ini. Dari hasil visum, dinyatakan bukan hanya luka tembak dikepala saja, tapi ada luka lebam dipunggung, ulu hati dan belakang kepala korban.” Ucap Ve terheran.

Inspektur dan Ve terdiam sejenak.

“Berarti ada kemungkinan mayat ini dibunuh dengan benda tumpul. Lalu untuk menghilangkan jejak, setelah korban tak bernyawa, si pembunuh menembakan pistol ke kepala korban dengan menggunakan tangan korban.” Ucap Ve.
“Mungkin benar, tapi kita tak menemukan benda tumpul sebagai bukti kecuali balok kayu yang ada di dalam bank itu. Tapi tidak mungkin si pembunuh memakai balok itu karena balok itu berada didalam bank sedangkan pembunuhan itu terjadi di halte yang jaraknya 3 blok dari bank itu.” Ucap inspektur.
“Pasti ada barang bukti lain, kalo begitu sekarang aku akan ketempat kejadian semalam. Permisi inspektur.” Ucap Ve dan beranjak pergi.

Ve bergegas menuju tempat kejadian dengan mengendarai mobilnya.

*

Siang itu Ve tiba di tempat kejadian yang terlihat sepi dan masih terpasang garis polisi. Masih ada percikan darah di tempat kejadian. Ve mengelilingi halte tempat kejadian itu. Dia telusuri dengan teliti tempat itu untuk mencari benda tumpul yang pakai untuk membunuh korban. Lama dia mencari, tapi dia tidak menemukan apapun.
Ve pun berinisiatif menelusuri jalan menuju bank yang juga terjadi kasus pada malam itu. Perlahan dia menelusuri jalan hingga sampai di bagian belakang gedung bank itu. Dan Ve juga tidak menemukan apapun. Tapi tunggu dulu. Mata Ve tiba-tiba tertuju pada sebuah balok yang berada di samping pintu belakang bank itu. Ve terkejut melihat ada bercak darah pada balok itu. Ve langsung mengambil balok itu. Dia masih heran kenapa ada balok dengan bercak darah di samping bank. Apa mungkin ini balok ini dibuang oleh toko daging yang berada di samping bank itu? Dengan rasa penasaran, Ve masuk ke toko daging yang ada di samping bank itu.

“Kliniiing… Kliniiing…” Bunyi bel di pintu toko daging.
“Ada yang bisa saya bantu nona cantik?” Sapa penjual di toko daging itu.
“Maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud untuk membeli daging, tapi saya ingin menanyakan sesuatu. Apa bapak yang membuang balok ini?” Tanya Ve sambil menunjukkan balok yang dia temukan itu.
“Aku tidak pernah membuang apapun kecuali daging-daging yang telah busuk.”
“Terima pak atas informasinya.”

Ve pergi meninggalkan toko itu. Belum jauh dia melangkah, dia melihat sobekan kain dengan bercak darah pagar toko itu. Sepertinya itu sobekan jaket atau semacamnya

*

Malam harinya Ve mempunyai janji dengan pacarnya, Steve. Karena hari inigenap 3 tahun mereka berpacaran. Steve terlihat sedang menunggu Ve disebuahrestoran bernuansa Perancis dengan iringan music klasik. Ve pun datang dan langsung menutup amat Steve dari belakang.

“Aku tau. Pasti ini kamu ya.” Ucap Steve sambil memagang tangan Ve yang menutupi matanya.
“Haha kok kamu tau sih?” Ucap Ve yang bernajak ketempat duduknya yang berhadapan dengan tempat duduk Steve.
“Ya taulah, tangan selembut itu cuma kamu yang punya.”
“Kamu bisa aja deh.”
“Oh iya Ve, ada sesuatu nih buat kamu.” Ucap Steve sambil memberikan sebuah kotak berisi cincin.
“Ini? Makasih ya sayang.” Ucap Ve dengan wajah yang memerah.
“Iya sama-sama, makasih ya kamu udah menemani hari-hariku selama tiga tahun ini.” Ucap Steve dengan tersenyum.
“Iya sama-sama sayang. Makasih ya kamu udah nolongin security bank kemarin malam.”
“Iya kebetulan aja aku lewat situ. Yaudah kita makan dulu yuk.”

Ve dan Steve menghabis malam bersama di restoran itu dengan suasana yang romantis.

“Ve, aku ke kamar mandi dulu ya.” Steve beranjak dari kursinya dan meninggalkan jaketnya diatas meja.

Ve melihat jaket Steve robek di bagaian belakang. Ve tidak memperdulikannya, ya mungkin saja jaket itu tersangkut atau semacamnya.

*

Siang itu Ve kembali ke markas kepolisian.

“Aku telah menemukan sidik jari dari balok yang kamu temukan di dekat pintu belakang bank itu.” Ucap inspektur.
“Bagaimana hasilnya?”

Inspektur terdiam dan menundukkan kepalanya.

“Kita tidak menemukan apa-apa.” Ucap inspektur dengan ekspresi kecewa.
“Apa? Tapi…” Ucap Ve terheran.
“Kurasa pembunuhan ini sudah terencana. Dia pasti menggunakan sarung tangan dalam aksinya ini. Di semua barang bukti hanya ada sidik jari korban tak ada sidik jari yang lain.” Ucap inspektur.
“Baik kalo begitu aku akan kembali ke tempat kejadian untuk mencari informasi.” Ucap Ve sambil pergi meninggalkan markas.

Tiba di tempat kejadian, Ve mencoba bertanya pada pelayan super market yang berada persis di seberang halte.

“Silakan, mau beli apa nona?” Tanya pelayan super market.
“Apa bapak tau tentang pembunuhan yang terjadi di halte di dekat sini?”
“Ya saya tau, memangnya kenapa nona?”
“Apa bapak melihat keganjilan saat sebelum kejadian itu?”
“Aku tidak melihat apa-apa selain aku melihat seorang gadis dan pria yang membeli beberapa makan di supermarket ini dan aku juga melihat David di dekat halte malam itu.” Ucap si penjual itu sambil memegang dagunya.
“Siapa David?” Tanya Ve heran.
“Iya dia adalah David. Setiap malam dia memang sering mabuk-mabukkan, bahkan dia sering memalak orang-orang yang lewat di sekitar halte itu.”
“Apakah kau tau dimana rumah si David itu?”
“Aku tidak tau. Tapi aku sering melihatnya di sekitar jembatan yang berada di ujung jalan ini.” Ucap si penjual itu sambil menunjuk jalan yang ada di depan tokonya.
“Terima makasih pak atas informasinya.” Ucap Ve sambil pergi meninggalkan toko itu.

Ve melesatkan mobilnya ke jembatan itu. Setibanya di sana, dia melihat seorang pria bertubuh besar yang sedang merokok duduk di pinggir jembatan.

“Maaf apakah kamu yang bernama David itu?” Tanya Ve.

Pria itu tidak menjawab dan malah melihat Ve dengan tatapan tajam. Pria itu berdiri dan membuang rokoknya. Lalu berjalan kearah Ve.

“Siapa kamu?” Tanya pria itu.
“Aku Ve, dari kepolisian.” Ucap Ve sambil menunjukkan kartu pengenalnya.
“Ada urusan apa kamu menemui ku?”
“Jadi benar kamu David. Aku ingin menanyakan peristiwa pembunuhan di dekat halte kemarin malam. Kamu berada disana saat kejadian itu kan?”
“Apa untungnya jika aku menjawab pertanyaan mu?” Ucap David sambil meninggalkan Ve.
“Hey tunggu! Aku serius. Jika kamu tidak mau member informasi tentang kejadian itu, maka kamu akan aku tangkap.”

Mendengar hal itu, David malah berlari meninggalkan Ve. Ve mencoba mengejar David. David berlari kedalam hutan yang berada didekat jembatan itu.

“Kemana dia?” Gumam Ve dalam hati.

Ve langsung menelpon inspketur.

“Halo inspektur. Aku rasa aku tau siapa pembunuhnya.”

Tak beberapa lama inspektur datang dengan belasan orang petugas kepolisian. Ve, inspektur dan para petugas kepolisian menelusuri hutan kota yang tidak terlalu luas itu. Dan mereka melihat sebuah rumah kecil di pinggir hutan dekat sebuah danau. Mereka lalu mengepung rumah kecil itu.

“Tempat ini sudah di kepung. Cepat keluar!” Teriak inspektur.

Lalu seseorang keluar dari dalam rumah itu.

“Cepat tangkap dia!” Perintah inspektur.

Petugas kepolisian menangkap orang itu dan membawanya ke markas kepolisian. Saat Ve ingin pergi meninggalkan rumah kecil itu, dia melihat dari jendela 3 orang anak-anak berada di dalam rumah itu. Siapa mereka? Mungkin dia anak dari David. Ve beranjak sambil melihat ke arah rumah kecil itu.

*

Siang itu Ve kembali ke markas kepolisian.

“Bagaimana dengan orang yang bernama David itu inspektur? Apa dia benar pelaku pembunuhan itu?” Tanya Ve pada inspektur.

Inspektur hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ve pun menghela napasnya.

“Kurasa dia bukan pelakunya. Tapi menurutku dia adalah salah satu saksi kunci masalah ini. Masalahnya saat ini dia tidak mau berbicara apapun.”

Ve terdiam. Sejenak dia terbayang dengan anak-anak yang berada di rumah kecil itu. Ve merasa ada yang mengganjal dengan anak-anak itu. Ve pergi meninggalkan markas menuju rumah kecil itu.
Ve tiba di rumah kecil itu dan mengetuk pintu. Seorang wanita membuka pintu itu secara perlahan. Wanita itu membuka sedikit pintu rumahnya dan mengintip dari balik pintu. Nampaknya wanita itu ketakutan melihat Ve.

“Permisi… aku tidak akan menyakiti kalian.” Ucap Ve.

Wanita itu akhirnya mempersilakan Ve masuk. Ternyata wanita itu adalah istri dari David dan anak-anak itu juga anaknya David. Ve menanyakan masalah David kepada wanita itu. Dan nampaknya Ve mendapat informasi yang penting.

*

Siang itu juga Ve kembali ke markas dan memberitahukan informasi yang dia dapat kepada inspektur.

“Jadi begitu masalahnya. Tapi siapa orang yang di maskud istrinya David itu.” Ucap inspektur.
“Apakah sudah tidak ada barang bukti lain?” Tanya Ve.
“Oh iya aku tau.” Ucap inspektur sambil mengambil sesuatu di lemari barang bukti.
“Ini dia.” Inspektur menunjukan sebuah kalung berbentuk setengah hati.
“Ini kan? Kalung ini mirip dengan kalung Jessica.” Ucap Ve dengan terkejut.

Ve lansung menelpon adiknya, Jessica. Siang itu juga Ve menyuruh Jessica untuk datang ke markas kepolisian.

“Ada apa kak?” Tanya Jessica sambil membuka pintu ruang investigasi.

Tanpa banyak bicara, Ve langsung menunjukan kalung itu kepada Jessica.

“Itu kan?” Jessica terkejut.
“Apa ini punyamu?” Tanya Ve.
“Bukan kak, itu bukan punya ku.”
“Kamu bohong. Sejak kejadian pembunuhan malam itu, kamu terlihat aneh.”
“Coba kakak liat ini.” Jessica langsung menunjukkan kalung yang dia pakai dan memang mirip dengan kalung yang ditemukan di halte saat kejadian waktu itu.
“Jadi ini milik siapa? Dan kenapa kamu akhir-akhir ini terlihat aneh?”
Tiba-tiba Jessica langsung menutup matanya dan tertunduk. Nampaknya dia menangis. Ve langsung menghampiri Jessica dan menyuruhnya duduk.
“Kakak sebenarnya aku tau milik siapa kalung itu dan aku juga tau siapa pembunuh pada kasus malam itu.” Ucap Jessica dengan sedikit terisak.

Ve dan inspektur saling berhadap-hadapan. Jessica adalah saksi kunci dalam kasus ini. Jessica pun menceritakan semuanya kepada Ve dan inspektur.

“Kalo benar dia pelakunya, harus memiliki bukti yang kuat untuk membuktikannya.” Ucap inspektur.
“Aku tau!” Ucap Ve.

*

Malam harinya Ve mengajak Steve ke taman kota. Sepertinya ada suatu hal yang penting yang ingin di bicarakan.

“Hai Ve… udah lama nunggu ya?” Tanya Steve sambil memegang tangan Ve.
“Engga kok. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu, kamu tau ini?” Ve langsung menunjukkan kalung itu.
“Itu…” Steve terkejut.
“Sekarang sudah terkuak semuanya. Kamu kan pembunuh pada kasus malam itu.” Ucap Ve.
“Kenapa kamu menunduhku seperti itu?”
“Aku sudah tau semuanya Jessica sudah menceritakan semuanya kepadaku. Malam itu kamu bertemu Jessica di supermarket kan? Kamu sudah tau kan bahwa akan ada pencurian bank malam itu, karena kamu terus mengikuti korban. Lalu kamu menunggu korban di halte itu. Setelah korban melewati halte, lalu kamu pukul kepala, ulu hati dan punggung korban. Lalu datang David yang saat itu lewat. Dan istirnya David bilang kepadaku kamu mengancam akan membunuh David kalo dia melaporkan kejadian malam itu. Lalu kamu berlari meninggalkan tempat itu kearah belakang bank hingga jaket kamu tersangkut dan sobek di bagian belakang. Dan untuk menghilangkan jejak, kamu berpura-pura menyelamatkan security bank itu kan? Sudah jelas semuanya sekarang.”

Steve terdiam sesaat.

“Hmm… kurasa aku tidak bisa menyembunyikannya lagi. Ya, memang akulah pembunuhnya.”
“Tapi kenapakamu berbuat seperti itu? Kau bukan seperti Steve yang selama ini aku kenal.” Ucap Ve dengan ekspresi kecewa.
“Apakah kau tau? Dia adalah pembunuh adikku. Apa yang dilakukan polisi untuk menyelesaikan masalah adik ku itu? Mereka malah mengabaikannya. Dan apakah kau tau rasa sakitnya kehilangan seorang adik?” Ucap Steve dengan anada keras.
“Tapi semuanya itu tidak terselesaikan dengan cara seperti itu. Dendam hanyalah akan menambah parah masalah yang kamu hadapi.” Ucap Ve.

Suasana menjadi hening sesaat.

“Tapi itu semua telah terjadi. Maafkan aku Ve.” Ucap Steve yang langsung memeluk Ve.

Ve menangis dalam pelukkan Steve. Inspektur dan petugas kepolisian yang mengintai dari jauh perlahan maju dan langsung menangkap Steve dari belakang.

“Apa-apaan ini?” Steve terkejut.

Kedua tangan Steve di tarik oleh petugas polisi. Ve pun melepaskan pelukan Steve.

“Kamu ditangkap karena terbukti bersalah.” Ucap inspektur.
“Tapi…Ve… Ve…” Teriak Steve yang di bawa petugas menuju mobil tahanan.
“Pergi… ak tidak mau melihat mu lagi…” Ve pun menangis dan memalingkan wajahnya dari Steve.

Jessica datang dan memeluk Ve. Inspektur berjalan menuju Ve.

“Kalau kita merelakan sesuatu yang hilang dari hidup kita, pasti Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ucap Inspektur yang berdiri disamping Ve sambil melihat Steve yang sedang dibawa pergi oleh petugas kepolisisan.
“Kau merelakan salah satu hal yang terpenting dalam hidupmu… Kerjamu bagus, kau hebat detektif.” Ucap inspektur sambil beranjak meninggalkan Ve dan Jessica.

Ve melepaskan pelukkan Jessica dan menghapus air mata dengan tangannya. Kini kasus ini telah terkuak oleh seorang detektif yang cantik, manis dan cerdas, yang bernama Veranda..


Minggu, 21 September 2014

Kumpulan Fakta Lucu Unik Idol Jkt48

Kumpulan Fakta Lucu Unik Idol Jkt48

 



1. JKT48 adalah grup sister dari AKB48 pertama yang berada diluar jepang. Dan juga, JKT48 adalah Idol Grup pertama di Indonesia.

2. Dibalik Angka 48, sebenarnya mengandung arti, bukan karena membernya yang berjumlah 48, tapi angka 48 itu diambil dari nama boss management OFFICE48, Shiba Kotaro (4 = Shi, 8 = Ba).

3. Ponytail to Shushu perdana dan juga kostum baru di tampilkan di RCTI dalam acara Konser Terbaik-Terbaik AMI 15th.

4. Baby! Baby! Baby! perdana di tampilkan di RCTI dalam acara MEGA KONSER JKT48.

5. 5 lagu yang dibawakan di MEGA KONSER JKT48 itu lagu yang dinyanyikan di theater (Hissatsu Teleport, Shonichi, Kissu Shite Son Shicatta, Boku no Sakura, Shiroi Shirt).

6. Ternyata Rena & Ayana berfungsi sebagai Translator jika JKT48 perform di Jepang.

7. Rata-rata member JKT48 kebanyakan berasal dari daerah bandung yaitu Mova, Beby, Kinal, Frieska, Melody, Ghaida, Ochi, Dhike, dan Diasta.

8. Member JKT48 memiliki Akun Twitter Resmi JKT48 pada tanggal 10 Desember 2011.

9. Dalam JKT48 generasi pertama, ada yang saudara kandung, yaitu Melody & Frieska, dan Stella & Sonia.

10. JKT48 SCHOOL adalah acara TV pertama JKT48.

11. JKT48 pertama kali muncul di layar Televisi Nasional, lewat iklan "Pocari Sweat" dengan membawakan lagu "Heavy Rotation" milik AKB48.

12. Para member sepakat, kejadian paling unik adalah ketika mereka tampil di Saitama Super Arena, dimana mereka harus merangkak untuk mencapai stage.

13. Saat ini mereka sudah memiliki theater permanen yang bertempat di f(x) Sudirman.

14. Pembentuka n JKT48 pertama kali diumumkan pada 11 September 2011 di sebuah acara AKB48 yang diadakan di Makuhari Messe di Chiba. Wawancara untuk peserta berlangsung pada akhir bulan September, dengan audisi final untuk finalis pada 8 Oktober 2011 - 9 Oktober 2011.

15. 18 Desember 2 011, JKT48 untuk pertama kalinya berinterak si dengan penggemar lewat acara bersalaman Meet & Greet JKT48 di fx Center Jakarta, dan menyanyika n "Heavy Rotation"

16. Peluncuran video musik "Heavy Rotation" versi JKT48 dilakukan pada acara bersalaman 14 Januari 2012 di Atrium fx Center. Video musik ini bertemakan acara penerimaan siswa baru di sekolah menengah atas.

Melody menunggu kedatangan dua orang sahabat yang terlambat tiba di sekolah. Shania terlambat bangun dan Cleopatra terjebak kemacetan.

Lagu ini sebelumnya dipakai untuk iklan televisi Pocari Sweat yang dibintangi anggota JKT48.

17. Mulai 3 Maret 2012, anggota JKT48 memiliki akun di jaringan sosial AKB48 Now on Google+. Anggota keluarga besar AKB48 sudah memiliki akun Google+ sejak 8 Desember 2011.

Rekaman konser bersama JKT48 dan AKB48 di Japan Pop Culture Festival 2012 ditayangkan di YouTube dan Google+ untuk memperingati pembukaan akun JKT48 di Google+.

18. Pada tanggal 17 - 20 Mei 2012, JKT48 melakukan debut mereka di teater. Teater mereka sekarang masih bersifat sementara, yang bertempat di Gedung Nyi Ageng Serang, Pasar Festival, Kuningan Jakarta Selatan.

JKT48 membawakan Repertoar "Pajama Drive" dari AKB48-Team B "3rd Stage" dengan versi bahasa Indonesia.

19. JKT48 tampil pertama kali di Jepang dalam konser AKB48 Kōhaku Taikō Uta Gassen, 20 Desember 2011 di Tokyo Dome City Hall. Enam belas anggota JKT48 tampil di konser keluarga besar AKB48, SKE48, NMB48, dan HKT48.

Selain ditonton oleh sekitar 2.000 orang penonton di Tokyo Dome City Hall, konser ini juga ditayangkan secara langsung di 113 layar gedung bioskop di seluruh Jepang, serta di YouTube dan Google+.

Dalam konser ini, keluarga besar AKB48 yang keseluruhan berjumlah 155 orang dibagi menjadi dua tim, tim merah dan tim putih yang masing-masing berusaha memperlihatkan penampilan terbaik mereka.

JKT48 dimasukkan ke dalam tim merah. Enam belas anggota JKT48 tampil di panggung sebagai bintang tamu sekaligus kejutan untuk penonton. Sebagai wakil tim merah, JKT48 membawakan lagu "Aitakatta " dalam bahasa Indonesia, melawan HKT48 dari tim putih dengan "Teo Tsunaginagara".

20. Pada 21 Desember 2 011, JKT48 muncul dalam acara televisi Waratte Iitomo! di Fuji TV menyanyikan "Aitakatta " yang liriknya diteruskan dalam bahasa Indonesia "Denganmu. ..".

Enam anggota JKT48, Shania, Cleop atra, Rena ,Nabilah, Melody, dan Ayana tampil dalam acara promosi pariwisata Indonesia yang diadakan Garuda Indonesia di Bandar Udara Internasional Narita, 24 Desember 2011.

21. Pada acara malam tahun baru Kōhaku Uta Gassen di televisi NHK Jepang, 31 Desember 2 011, JKT48 tampil satu panggung bersama-sama AKB48, SKE48, NMB48, SDN 48, dan HKT48 hingga mereka seluruhnya berjumlah 210 orang. Dalam pertunjukan berjudul "Kouhaku 2011 AKB48 Special MAX "Gambarou Nippon!", keluarga besar AKB48 membawakan "Kaze wa Fuiteiru", "Flying Get", dan "Everyday, Katyusha" secara medley.

Pada akhir lagu, anggota JKT48 ikut membentuk huruf hiragana "N" sebagai bagian dari seruan "Ganbarou Nippon" (がんばろう日本!! "Terus berjuang, Jepang!"?) yang dibentuk dari formasi anggota di atas panggung.

Pada akhir penampilan mereka, JKT48 mendapat pujian dari kapten AKB48 Minami Takahashi untuk kepandaian mereka membentuk formasi huruf.

22. Pada 20 Januari 2012, dua belas anggota JKT48 tampil sebagai ancora pada malam kedua konser AKB48 Request Hour Setlist Request 100, 2012. Konser ini berlangsung selama 4 malam di Tokyo Dome City Hall, mulai 19 Januari hingga 22 Januari 2012, menggelar 100 lagu pilihan hasil pilihan penggemar, 25 lagu setiap malamnya.

23. Dari 23 Maret hingga 25 Maret 2012, JKT48 tampil selama tiga malam berturut-turut di Saitama Super Arena, Pre fektur Saitama. Mereka pentas bersama keluarga besar AKB48, SKE48, NMB48, HKT48, dan SDN48 dalam konser Gyoumu Renraku, Tanomu Zo, Katayama Buchou!. Total 239 anggota keluarga besar AKB48 tampil dalam konser ini, termasuk 16 anggota JKT48. Setiap malamnya, konser ini disaksikan oleh sekitar 25.000 orang penonton yang memenuhi kapasitas arena.

Pada konser malam pertama, JKT48 membawakan "Heavy Rotation". Pada malam kedua, mereka membawakan "Aitakatta".

Melody bersama Special Girls A tampil sebagai encore membawakan lagu "New Ship". Mereka pada malam terakhir membawakan lagu "Karena Kusuka Dirimu"/"Kimi no Koto ga Suki Dakara". Selain tampil sebagai grup, JKT48 juga menyanyikan lagu berbahasa Jepang secara massal bersama saudara-saudara kembar mereka.

24. 24 Agustus 2012 pengumuman di transfer nya Takajyo Aki dan Nakagawa Haruka ke JKT48 dalam acara konser terakhir Acchan / Atsuko Maeda di Tokyo Dome di Jepang.

25. Nabilah ratna ayu azilia atau yang biasa di panggin ayu chin merupakan member jkt48 yang memiliki oshi terbanyak.