Jodoh Tak Terduga
Kejadian
itu berlangsung ketika aku berumur 3 tahun, masa dimana aku belum ingat tentang
apa yang terjadi kisah ini juga di ceritakan oleh ibu saya karena kemarin saya
bertemu dengan teman yang sudah 15 tahun tidak bertemu.
Namaku Asep Widi. Awal kisah
saat itu aku suka bermain dengan anak tetanggaku yang berumur 1,5 tahun, yang
bernama Melodi Nuramdani Laksani kami sering bermain sepeda roda tiga yang aku
punya waktu itu, aku sering membonceng dia kemana2 meskipun waktu itu aku belum
ingat betul, tapi beberapa lama kemudian dia pindah rumah, dan aku pun tidak tahu
kabarnya bagaimana. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan
tahun demi tahun aku lewati tanpa aku tau kalau aku punya sahabat kecil yang
sering bermain bersama. 3 tahun setelah dia pindah rumah aku sudah masuk
Sekolah Dasar dan mendapatkan teman baru disana. 6 tahun aku melewati masa SD,
dan akhir nya aku masuk ke Sekolah Menengah Pertama dan juga aku mendapatkan
teman baru di sana dari berbagai tempat, 3 tahun melewati masa SMP, dan akhir
nya aku masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan, meskipun teman-teman SMP
melanjutkan ke sekolah yang berbeda-beda tetapi kita masih berhubungan SMS,
atau pun BBM, dan awal masuk di SMK pun aku mendapat teman baru dengan berbagai
sifat yang ada, di tahun terakhirku di SMK waktu itu sedang bulan puasa tanpa
ku ketahui ada 2 orang tamu ke rumahku dan kayaknya ibu dan anak perempuannya,
Tamu: “permisi
Assalamu’alaikum”
Aku: “yaa, Wa’alaikumsalam”
Tamu: “eh, ini Asep yaah?”
Aku: “kok ibu tau saya?, eh
masuk dulu bu, selahkan duduk.”
Tamu: “ya terima kasih, ibu
kamu ada?”
Aku: “ada bu lagi Solat,
sebentar ya saya panggil ibu saya dulu.”
Tamu: ”yaa, silahkan”
Aku: “bu ada tamu.”
Ibu: “siapa?”
Aku: “nggak tau tapi kayak
dia kenal sama ibu.”
Ibu: ”ya sebentar”
Aku: “cepetan”
Aku dan ibu menghampiri tamu
itu dan dugaan aku pun benar mereka saling kenal dan kayaknya mereka deket
banget.
Ibu: “eeehhhh, udah lama
nggak ketemu kemana aja, apa kabar?”
Tamu: “ada biasa lah sibuk
akunya jadi guru TK di Bandung, baik sehat kok keluarga disana.”
Ibu: “eeehhhh, ini Melodi
yah wah udah besar yaah, tau nggak ini siapa?” (sambil nunjuk ke aku)
Anak Tamu: “(geleng-geleng
kepala)”
Aku: “kok ibu bisa tau siapa
mereka?”
Ibu: “ya tau lah ibu ini namanya
bu Iwan, dan itu anaknya namanya Melodi, dan kamu waktu masih kecil sering main
sama dia”
Bu Iwan: “pokoknya kalian
udah kayak kakak ade, mandi sama-sama, makan sama-sama, sampai nangis sama-sama”
Aku dan Melodi tersipu malu,
wajah kami mendadak memerah karena malu mendengar cerita tentang aku dan Melodi
waktu kecil. Waktu pun sudah menunjukan pukul 16.15 sore dan mereka pun pamit
untuk pulang kembali ke Bandung karena mereka kebetulan lewat ke daerah Ciamis
jadi sekalian dia mampir ke rumah aku, sebelum mereka pamit bu Iwan meminta no
handphone nya ibu entah buat apa. Setelah bebrapa tahun kemudian dan aku pun
sudah lulus SMK dan sebentar Lagi mau Wisuda ibu memberitahu sesuatu.
Ibu: “nak mau nggak ibu
jodohkan sama anaknya ibu Iwan yang waktu itu kesini”
Aku: “ya aku sih gimana ibu
aja, yang penting dia itu sayang sama aku, bapak, dan ibu itu aja, oh iya bu
aku mau ngerjain scripsi dulu.”
Bapak: “ya udah bu jodohin
saja”
Ibu: “ya deh kalau kamu nggak
keberatan, yaa jangan malam-malam pulangnya”
Aku: “iya bu”
Hal yang sama pun terjadi
pada Melodi, melodi yang baru Semester 3 langsung di hadapkan dengan pertanyaan
itu.
Bu Iwan: “Imel (begitulah
sebutan Melodi di rumah) kamu mau nggak ibu jodohin kamu sama anaknya ibu Agus
itu yang ada di Ciamis?”
Imel: “haaah, nggak salah bu
aku kan baru semester3 bu udah di tanya yang begituan lagi.”
Bu Iwan: “kamu mau nggak
dulu, dia kan udah mau wisuda nanti bisa bantu kamu dalam kuliah”
Pak Iwan: “iyaa kamu mau
nggak?”
Imel: “kalo di tanya ‘mau’
atau ‘nggak’ aku masih bingung yah, tapi kalau itu yang terbaik mau nggak mau
aku bersedia kok.”
Bu Iwan: “cieeee, tadi kan
bu Agus ngirim pesan kalo anak nya itu ngejawab nggak jauh dari kamu, kalo
jodoh emang nggak kemana ya Yah?”
Pak Iwan: “iya bu J :-D, kamu punya no atau pin bb jodoh kamu nggak?”
Imel: “nggak”
Bu Iwan: “masa nggak punya
wah nanti kemistrinya kurang dong, nanti ibu mau mau minta no handphone sama
pin BB nya sama bu Agus dulu.”
Bebrapa saat kemudian
Bu Iwan: “nih no nya kamu
tulis 087724521***, nih pin BB nyah 5211c***”
Imel: “ya udah, aku ke kamar
dulu”.
Sementara
itu dikala aku sedang mengerjakan scripsiku kulihat ada pesan dan nomernya pun
aku tidak mengenalnya dan pesan itu berisi “acc pin bb aku” aku pun langsung
melihat aplikasi bbm dan ternyata benar ada satu permintaan kontak. Setelah itu
aku buka dan ternyata adalah Imel, seorang gadis yang ibu jodohkan kepadaku
itu, akupun telah menyetujui permintaan kontak dia, dan tak berapa lama aku pun
chattingan dengannya, beberapa lama kami saling membalas pesan bbm yang terus
dikirimkan itu, dan aku pun tahu kalo ibunya Imel itu menjodohkan aku dengan
dia, mungkin para ibu dan ayah kita sudah membahas tentang perjodohan ini,
sebenarnya sih agak kurang setuju dengan perjodohan ini kayak zaman Siti
Nurbaya aja tapi aku tidak bisa mengelak karena itu adalah keinginan kedua
orang tua aku, aku sih nurut aja takutnya mengecewakan perasaan kedua orang tua
aku.
Setelah 4
tahun kemudian dan aku sudah mendapatkan pekerjaan yang tetap dengan gaji yang
lumayan cukup besar, dan Imel pun sudah mendapatkan pekerjaannyah dan dia lulus
dengan nilai IPK yang tinggi dan langsung mendapatkan pekerjaan yang layak
tanpa harus melalui test apapun. Beberapa bulan kemudian Imel dan keluarganya
mengundang keluarga kami untuk makan bersama sekalian melangsungkan pertunangan
antara aku dan Imel, dan selama 4 tahun hubungan ini aku sudah cukup tau sifat
dia bagaimana dan segala sesuatu tentang dia, dan dia pun sama dia sudah tau
bagaimana aku dan segala sesuatu tentang aku. Tepat pukul 13.00 aku bersama
keluargaku berangkat dari Ciamis ke Bandung menggunakan mobil pribadi dan
sampai di Bandung pukul 17.00 dan acara pun dimulai pukul 18.00 atau sesudah
magrib dan untuk acara pertunangan dimulai pukul 20.00 atau tepatnya sesudah
isya keluargaku pun di persilahkan untuk istirahat di rumahnya Imel saja, dan
acarapun di mulai setelah acara makan-makan selesai, aku dan Imel berbincang
sebentar karena sudah hamper 2 bulan nggak ketemu, karena tuntutan pekerjaan
kami masing yang sangat sibuk sehingga aku dan Imel tidak sempat untuk bertemu,
di sela-sela akhir pekan dan selama 4tahun hubungan aku sering main ke rumahnya
karena tempat kerja aku yang deket ke rumahnya dan aku pulang ke Ciamis hanya 2
minggu sekali, karena kalo kelamaan nggak pulang takutnya ada kenapa2 sama ibu
dan bapak di Ciamis.
Imel: “bagaimana pekerjaan
kamu?”
Aku: “ya gitu nggak ada yang
berubah.”
Imel: “eh kamu kemarin pas
nggak ke rumah di tanyain sama ibu takutnya kamu kenapa2 katanya”
Aku: “aku nggak papa kok
sayang, kan kamu juga tau tuntutan pekerjaan aku yang super sibuk, salah aku
juga sih nggak bilang sama ibu kamu kalo aku nggak bakalan ke rumah, oh iya aku
ada kabar gembira buat kamu”
Imel: “kabar gembira apa?”
Aku: “kulit manggis kini ada
extraknya”
Imel: “ah kamu, dikirain
beneran, serius nih”
Aku: “yaa ini juga serius
kok, aku di promosikan untuk memimpin kantor cabang perusahaan aku yang ada di
Tasikmalaya, jadi aku bisa pulang kapan aja ke Ciamis, dan nggak terlalu jauh
kalo mau ke rumah kamu sayang.”
Imel: “wwwiiiihhh selamat
yaa sayang, mamah ibu sama bapak kamu udah tau?”
Aku: “belum baru kamu aja
yang aku kasih tau, soalnya tadi aku mau bilang ke ibu sama bapak tapi mereka
kelihatan sibuk nyiapin untuk acara malam ini jadi aku tunda aja untuk
memberitahukan kabar ini ke ibu sama bapak aku.”
Imel: “aku bilangin ya sama
ibu bapak kamu, mumpung lagi santai apalagi ada ibu sama ayah aku”
Aku: “gimana kamu aja deh
sayang”
Imel: “ya udah aku bilangin
yaa”
Imel pun menghampiri ibu
bapak aku dan juga ayah ibunya.
Imel: “bu, mah, yah, pak,
tau nggak ada kabar gembira loh”
Ibu: “kabar gembira apa
nak?”
Imel: “ada yang di
promosikan jadi pimpinan cabang loh?”
Pak Iwan: “siapa nak?”
Imel: “calon suami aku”
Semua: “yang bener?”
Imel: “tanyain aja sama
orangnya.”
Semua: “kamu bener mau jadi
pimpinan cabang di perusahaan kamu?”
Ibu: “kok kamu nggak cerita
ke ibu nak?”
Bapak: “iya, kok nggak
cerita-cerita siih sama kita”
Aku: “hehe :-D , maaf
soalnya tadi ibu sama bapak lagi sibuk.”
Bu Iwan: “ya udah kita mulai
aja acara pertunangannya aja, bagaimana?”
Ibu: “iya kita mulai aja.”
Acara pertunangan antara aku
dan Imel pun di mulai kami anya mengundang sanak sodara yang dekat saja karena
ini hanya acara pertunangan saja ini, dan 5 bulan ke depan aku sama Imel akan
melangsungkan pernikahan, acara pun sudah selesai dan kami pun berniat untuk
pulang, tapi karena aku cape jadi keluarga aku menginap di rumahnya Imel,
sebelum tidur aku mempersiapkan data buat besok ke kantor dan Imel menghampiriku
kami pun berbincang2.
Imel: “kamu lagi ngapain,
serius amat?”
Aku: “amat nggak serius
sayang, hehe :-D, nggak ini lagi siap2 buat besok ke kantor”
Imel: “hah ke kantor besok
kan hari minggu sayang”
Aku: “ah yang bener yang,
emang sekarang tanggal berapa?”
Imel: “sekarang kan tanggal
3, ari sabtu?”
Aku: “astagfirulloh, kok
sampai lupa hari begini ya, haduh”
Imel: “mikirin naik jabatan
si jadi lupa hari de tuh”
Aku: “kamu ngantuk yaa? Udah
kelihatan dari matanya udah sana tidur”
Imel: “ya de aku tidur dulu
ya sayang, dahhh”
Setelah dia mengucapkan
selamat tidur, aku pun segera tidur karena rasa kantuk yang sudah menyerang.
Keesokan harinya aku di bangunin oleh Imel karena udah
siang dan aku belum solat Subuh
Imel: “heh bangun udah jam 5
solat dulu gih”
Aku: (calon istri nggak ada
romantic-romantisnya)“hhhaaaaahhh, iyaaa” akupun terbangun sambil gerutu dalam
hati dan langsung ke kamar mandi untuk mengambil wudlu dan segera untuk solat
Subuh setela solat aku langsung packing barang untuk pulang ke Ciamis setela
packing-packing selesai aku langsung pamit ke ibu, ayah, dan juga Imel.
Aku: “aku pamit dulu yah,”
Imel: “iya, hati2 di jalan”
Beberpa bulan kemudian dan
akhirnya pesta pernikaan pun di laksanakan resepsi di lakukan pada pukul 08.00
sampai pukul 09.00 dan janji suci itu pun aku katakana di depan penguhulu “saya
terima nikahnya Melody Nuramdani Laksani binti Iwan dengan seperangkat alat
solat di bayar tunai” dan kami pun sah menjadi suami istri. Satu tahun kemudian
ntah kenapa dalam sebulan ini dia sering mual muntah
Aku: “kamu nggak papa
sayang, dari kemarin kamu muntah terus, kita ke dokter yaa.”
Imel: “nggak tau nih, ya
deh, yuk”
Kita berdua langsung
berangkat ke dokter sesampainya di tempat praktek dokter spesialis kandungan
kami mengantri untuk di periksa setelah lama mengantri akirnya giliran kita
untuk di periksa.
Dokter: “ibu Imel, kenapa?”
Imel: “gini dok sebulan
terakir ini saya sering mual muntah trus menstruasi nggak lancer dok.”
Dokter: “sini saya periksa
dulu”
Setela 5 menit di periksa.
Dokter: “bapak suaminya ibu
ini?”
Aku: “iya dok saya suaminya”
Dokter: “selamat! Ya kalian
akan menjadi ibu dan ayah”
Betapa gembiranya aku dan
Imel mendengar berita tersebut setelah pulang dari dokter Imel aku suru untuk
Istirahat dan aku langsung mengabari kedua orang tua aku dan Imel betapa
gembiranya mereka mendengar berita baik ini dan 4 bulan kemudian kami
mengadakan syukuran 4bulanan kandungan Imel, dan setelah 6 bulan Imel mulai
cuti untuk kerja karena takut kecapean dan bisa berakibat teradap janin
tersebut.
Setelah beberapa bulan anak pertama kamipun lahir dengan
jenis kelamin perempuan dan kami menamainya Frieska Anastasya Laksani karena
anak pertama kami mirip dengan Imel. 2 tahun berselang Imel pun kembali
mengandung anak kami yang ke-2 dan terlair dengan jenis kelamin laki-laki dan kami
namainya dengan Muhammad Widie Solih Setiawan nama itu diambil dari nama ibu
dan kakek aku dan kami pun idup bahagia dengan ke-2 anak kami.
TAMAT